in

Serunya ILC TV One Semalam, Pemerintahan Jokowi Disorot Soal Duit: Kemana Larinya Rp 700 Triliun?

Cukup banyak polemik yang terjadi di tengah Pandemi Virus Corona. 

Seperti kali ini diungkap advokat dan aktivis kemanusiaan Haris Azhar soal adanya melihat adanya upaya tak maksimal pemerintahan Presiden Jokowi dalam menangani Corona. 

Termasuk yang cukup keras Soroti soal pemanfaatan uang Rp 700 triliun berdasarkan kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi yang tidak maksimal bahkan tidak tepat sasaran. 

Hal ini terungkap di acara Talkshow ILC TV One Tadi Malam, Selasa (11/08/2020). 

Pantauan tribun-timur.com di akun YouTube ILC TV One, bermula saat Haris membahas upaya pemerintah memberikan subsidi gaji kepada karyawan swasta yang gajinya di bawah Rp 5 juta. 

Menurutnya, uang yang dibagikan itu tidak signifikan dibandingkan dengan alokasi anggaran yang ada.

“Bahwa penanggulangan itu diberikan Rp 600 ribu per bulan bagi karyawan, itu tidak serta merta diberikan kepada semuanya (masyarakat Indonesia). Hanya diberikan kepada 13 juta lebih karyawan saja,” katanya. 

Nah jika jumlah itu ditotal, hasilnya kata Haris tidak signifikan dibandingkan dengan angka Rp 700 triliun. 

“Lah kemana yang Rp 700 Triliun?” sindirinya

Belakangan diketahui, menurut Haris, ternyata dana tersebut banyak dilarikan ke sektor pajak pariwisata, dan lainnya.

Meski sektor kesehatan juga kebagian namun jumlahnya tidak cukup. 

“Kesehatan ada di sana juga. Tapi kesehatan tadi seperti yang dijelaskan juga, tidak melampaiu angka 3 digit triliun,” katanya . 

1. Proyek Mandalika

Selanjutnya dia menyoroti keputusan Menteri BUMN yang juga Ketua Satgas Corona, Erick Thohir, yang justeru fokus meneruskan proyek pembangunan sirkuit Mandalika, dianggap tidak krusial

“Signifikansinya apa? Berapa banyak tenaga kerja yang akan terserap?” katanya. 

Dia menjelaskan lebih lanjut, pembangunan Mandalikan dianggap berbahaya karena dibandung di atas lokasi rawan gempa. 

“Jadi apa signifikansinya untuk jor-joran bangun pariwisata. Bagaimana mau pariwisata?” katanya. 

2. Analogi Belajar Online

Haris juga sempat menyoroti proses belajar online dari Mendikbud Nadiem Makarim. 

Dia menganalogikan langkah pemerintah dalam menangani Corona seperti pemerintah memberikan akses jaringan internet, Wifi, namun sayangnya si anak tidak punya ponsel. 

“Orang HP nya nggak ada. Terus di mau ngecek Wifi pake apa? pake jari?” katanya.

3. Saran Haris Azhar

Haris menyarankan kepada Erick Thohir untukmengalokasikan dana Rp 700 triliun itu untuk menjamin ketahanan kesehatan keluarga. 

“Kalau orangnya sehat, pasti kegiatab ekonominya akan lancar,” katanya.

4. Soroti Teknis Penanggulangan Wabah

Menurut Haris ada yang tak beres dengan caranya pemerintah menangani wabah ini.

Tidak ada unsur kebersamaan. 

Yang ada hanya kesan pemaksaan untuk menertibkan.

“Sekarang jadi ada kesan ada denda kalau tidak pakai masker Rp 250 ribu. Lalu ada juga pelibatan TNI,” katanya. 

Menurut dia, tujuan bukan mengedukasi. 

5. Hilangkan Diskriminasi

Dia juga meminta pemerintah meniadakan diskriminasi. 

Diskriminasi tidak seimbangnya antara pembahasan protokol kesehatan di berbagai sektor. 

Misal dia membandingkan antara respon pemerintah membahas soal rencana tetap diadakannya Pilkada di masing-masing daerah ketimbang memcari solusi pembukaan pabrik dan tempat hiburan. 

“Apa anda fikir buruh itu tak takut bekerja di tengah Covid? Takut. Tapi mereka terjepit,” katanya Haris.

Sumber: Tribun-Timur.com

SIMAK JUGA

DKI Paling Demokratis, Kenapa Anies Dituding Intoleran?

Kode Redeem Skin MP40 FF dan Update Kode Redeem Free Fire 15 Agustus 2020 Server Indonesia