in

Resmi Dihentikan BST Rp300 Ribu, Berikut Ini 6 Bansos yang Masih Lanjut hingga Desember 2021

Fajar.ikhtisar.net – Kabar kurang mengenakan dimana Tri Rismaharini selaku Kementerian Sosial (Kemensos) secara resmi telah menghentikan Bantuan Sosial Tunai (BST) Rp300 per September 2021.

Meskipun BST Rp 300 ribu telah dihentikan, namun ada beberapa bantuan dari pemerintah yang masih bisa diterima hingga Desember 2021.

Baca Juga: PENGUMUMAN PENTING! Bantuan Anak Sekolah Telah Cair Total Rp4,4 Juta Untuk Siswa SD hingga SMA, Berikut Cara Mendapatkannya

Bantuan Sosial (bansos) yang dimaksud terdiri dari kartu sembako, subsidi gaji, subsidi kuota internet, kartu prakerja, diskon listrik, bantuan UMKM, UKT Kemendikbud, dan Program Keluarga Harapan (PHK).

Berikut ini beberapa daftar bansos yang masih bisa diterima oleh masyarakat hingga akhir tahun 2021, seperti dilansir Seputar Lampung dari laman Kemensos dan berbagai sumber lainnya.

1. Subsidi kuota internet Gratis

Dimana Subsidi kuota internet adalah bantuan internet gratis yang disalurkan oleh Kemendikbudristek yang masih bisa didapatkan hingga akhir tahun 2021.

Baca Juga: PENGUMUMAN PENTING HARI INI!!! Ini Jadwal Terbaru Banpres BPUM Tahap 3 2021 Kapan Cair, Pelaku UMKM Tak Terdaftar Bisa Dapat BLT

Subsidi ditujukan kepada peserta didik jenjang PAUD hingga mahasiswa, guru, dan dosen. Berikut syarat penerimanya:

1. Peserta didik terdaftar di sistem dapodik dan memiliki nomor ponsel aktif atas nama peserta didik/orang tua/anggota keluarga/wali.

2. Peserta didik khusus mahasiswa terdaftar di sistem Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) dan berstatus aktif dalam perkuliahan atau sedang menuntaskan gelar ganda (double degree).

3. Dosen atau pendidik juga terdaftar di sistem PDDikti dan berstatus aktif. Memiliki nomor registrasi Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN), Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK), atau Nomor Urut Pendidik (NUP).

Baca Juga: Kabar Gembira Nasabah Mekar, Bisa Dapat Pinjaman Rp 25 Juta dari PNM Mekar Plus, Hanya Siapkan Dokumen Ini

Syarat mendapatkan bantuan kuota:

A. Para calon penerima harus melapor terlebih dahulu kepada pimpinan satuan pendidikan sebelum masa penyaluran agar bisa mendapatkan bantuan kuota.

B. Pimpinan atau operator satuan pendidikan mengunggah surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) untuk nomor yang berubah atau nomor baru pada laman

C. https://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id/ atau https://pddikti.kemdikbud.go.id/ (untuk jenjang pendidikan tinggi)

2. Bantuan Subsidi Upah

Syarat penerima mendapatkan Bantuan Subsidi Upah:

1. Para calon penerima merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dapat dibuktikan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

2. Buat Subsidi Gaji Rp 1 juta, penerima harus terdaftar sebagai penerima jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS yang masih aktif sampai dengan Juni 2021, memiliki upah maksimal Rp 3,5 juta , dan bekerja sebagai di wilayah PPKM level 3 dan 4.

3. Yang diutamakan para pekerja yang bekerja di sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti dan real estate, serta perdagangan dan jasa, kecuali jasa pendidikan dan kesehatan.

3. UKT Kemendikbud 2021

Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mulai dicairkan September 2021 sebesar Rp 2,4 juta.

Syarat agar mendapatkan UKT:

1. Saat ini masih menempuh semester ganjil, yakni 3, 5, dan 7.

2. Tercatat sebagai mahasiswa aktif.

3. Bagi yang sudah mendapat bantuan seperti bidikmisi, KIP kuliah, beasiswa BI, Djarum, dan lain-lain tidak bisa mendapatkan bantuan UKT Rp 2,4 juta.

4. Mahasiswa dengan kondisi keuangan keluarga menengah ke bawah.

Cara memperoleh UKT:

Dapat menanyakan langsung kepada pihak administrasi kampus masing-masing untuk mendaftarkan diri.

Bantuan UKT Rp 2,4 juta dari Kemendikbud dapat diperoleh apabila pihak pimpinan perguruan tinggi mendaftarkan mahasiswa yang layak sesuai syarat ke pusat.

4. Diskon listrik

Baca Juga: Alhamdulillah!!! PLN Lagi Bagi-bagi Token Listrik Gratis Bulan September-Desember 2021 Ini, Syarat Dan Cara Dapetinnya Gampang Banget

Untuk bantuan diskon token listrik gratis PLN masih tetap dilanjutkan sampai Desember 2021 dengan dana bantuan dari pemerintah sebesar Rp1,91 triliun untuk 32,6 juta pelanggan PLN.

Syarat Memperoleh Diskon Token listrik PLN:

  • Para pelanggan golongan rumah tangga daya 450 VA, bisnis kecil daya 450 VA dan industri kecil daya 450 VA akan diberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen dengan total maksimal pemakaian 720 jam nyala.
  • Para pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi akan memperoleh diskon tarif listrik sebesar 25 persen dengan total maksimal pemakaian 720 jam nyala.
  • Pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan ketentuan rekening minimum sebesar 50 persen bagi pelanggan reguler dan layanan khusus untuk keperluan industri, bisnis, dan sosial.

Cara mudah memperoleh bantuan diskon listrik

Melalui Website Resmi PLN:

  • Akses laman www.pln.co.id.
  • Setelah itu pilih menu Stimulus Covid-19 (Token Gratis/Diskon).
  • Silakan masukkan ID pelanggan/nomor meter di kolom pencarian.
  • Masukan kode captcha, lalu klik Cari.
  • Maka akan muncul pemberitahuan nomor token listrik gratis atau diskon 50 persen.
  • Jika mendapatkannya, jangan lupa disimpan dan masukkan nomor itu ke kWh meter yang sesuai dengan ID Pelanggan.

Melalui Whatsapp:

  • Buka WhatsApp dan chat ke nomor 08122 123 123.
  • Kirimkan pesan berupa nomor ID pelanggan.
  • Akan muncul pesan otomatis dari PLN, ikuti instruksi, lalu pilih info listrik gratis/diskon stimulus Covid-19.
  • Masukkan nomor ID pelanggan
  • Token gratis/diskon akan langsung muncul.
  • Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

Melalui PLN Mobile

  • Silakan Unduh aplikasi PLN Mobile dan install.
  • Setelah itu buka aplikasi PLN Mobile yang sudah diunduh tadi.
  • Perhatikan pada bagian Info & Promo, klik PLN Peduli Covid-19.
  • Masukkan ID Pelanggan/Nomor Meter.
  • Pelanggan yang mendapat bantuan akan langsung mendapat token gratis setelah memasukkan ID.
  • Untuk yang sudah mendapatkan bisa langsung memasukkan token listrik PLN gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

5. Program Keluarga Harapan (PKH)

Sasaran penerima bantuan:

  • Ibu hamil sebesar Rp 3 juta/tahun (Rp 750.000/triwulan).
  • Balita sebesar Rp 3 juta/tahun (Rp 750.000/triwulan).
  • Siswa SD sebesar Rp 900.000/tahun (Rp 125.000/triwulan).
  • Siswa SMP sebesar Rp 1,5 juta/tahun (Rp 75.000/triwulan).
  • Siswa SMA sebesar Rp 2 juta/tahun (Rp 500.000/triwulan).
  • Disabilitas sebesar Rp 2,4 juta/tahun (Rp 600.000/triwulan).
  • Lansia sebesar Rp 2,4 juta/tahun (Rp 600.000/triwulan).

6. Bantuan UMKM

BLT UMKM Rp 1,2 juta hanya ditujukan kepada pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) selama PPKM Level 4 melalui penambahan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Berikut ini syarat untuk mendapatkan bantuan UMKM Rp 1,2 juta:

1. Warga Negara Indonesia

2. Punya Nomor Induk Kependudukan (NIK)

3. Memiliki usaha mikro

4. Bukan PNS, TNI/Polri, pegawai BUMN atau BUMD

5. Tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR

6. Bagi pelaku usaha mikro yang memiliki KTP dan domisili usaha berbeda dapat melampirkan Surat Keterangan Usaha atau SKU.

Cara mendapatkan BPUM:

1. Pelaku usaha mikro mendaftarkan diri ke dinas koperasi dan UKM yang sah sebagai badan hukum.

2. Selain itu bisa juga diajukan ke kementerian/lembaga, perbankan, dan perusahaan pembiayaan lain yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

3. Siapkan NIK, alamat tempat tinggal, bidang usaha, dan nomor telepon.

4. Jika berhak menerima Bantuan Usaha Mikro, maka akan dibuatkan rekening oleh salah satu bank penyalur terutama bagi pengusaha yang belum memiliki rekening.

Cara Cek Penerima BPUM di BNI Nasabah PNM Mekaar:

Baca Juga: Hore!!! BLT UMKM Rp1,2 Juta Cair Juli 2021? Begini Cara Mudah Daftar Banpres BPUM PNM Mekaar Tahap 3 jika Dibuka

Dibawah ini merupakan langkah untuk melihat daftar nama penerima bantuan PNM Mekar BNI:

1. Siapkan HP yang terhubung dengan internet lalu ketik banpresbpum.id

2. Kemudian masukkan NIK di kolom yang sudah tersedia

3. Klik cari data

Setelah mengikuti semua langkah di atas maka nanti akan muncul apakah nama terdaftar sebagai penerima atau tidak.

Apabila tidak ada di laman banpresbpum.id, coba lakukan cek di laman eform.bri.co.id/bpum dengan langkah yang sama.

Baca Juga: Segera Siapkan E-KTP untuk Cek Penerima Banpres BPUM Rp1,2 Juta, Berikut Tanda Kalian Lolos BLT UMKM Tahap 3 Via BRI dan BNI

Bedanya, apabila kalian nasabah BRI, kalian login di eform BRI masukan nomor NIK dan juga harus memasukkan kode verifikasi yang tersedia, setelah itu baru klik proses inqury.

Cara Mudah Cek Penerima BPUM di BRI Buat Nasabah BRI:

– Silakan login ke laman resmi BRI ini eform.bri.co.id/bpum.

– Silakan masukan nomor KTP dan kode captcha

– Setelah itu, klik ‘Proses Inquiry’.

Nanti akan muncul Ciri nomor KTP tersebut dan apakah kalian terdaftar sebagai penerima BPUM atau tidak bisa diketahui.

Jika belum beruntung sebagai penerima BPUM, maka akan ditampilkan notifikasi:

“Nomor eKTP tidak terdaftar sebagai penerima BPUM.”

Demikian informasi lengkap tentang kabar resmi ditutupnya BST Rp 300 Dan 6 Bansos Yang Masih bisa diperoleh hingga akhir Desember 2021.

SIMAK JUGA

Kabar Gembira Nasabah Mekar, Bisa Dapat Pinjaman Rp 25 Juta dari PNM Mekar Plus, Hanya Siapkan Dokumen Ini

Wow Anggaran Bansos 2022 Rp 74,08 Triliun, Risma: Bansos BST Rp 300 ribu Tetap Akan Berlanjut