Provokator Boedi Djarot soal Pembakaran Poster HRS: Saya Enggak Tahu, Waktu itu Saya Nonton Aja

10.149

Dedengkot Gerakan Jaga Indonesia (GJI) Bodie Djarot mengklaim tak memerintahkan massa-nya untuk membakar poster Imam Besar HRS saat menggelar aksi memperingati peristiwa 27 Juli di depan Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (27/7).

Ia pun mengku tak bisa menghentikan kejadian poster Rizieq dibakar karena massa sudah dipenuhi oleh “amarah”.

Baca Juga: Poster Habib Rizieq Dibakar, Cetus Orang MUI: Mirip PKI

“Oh tidak [saya perintahkan]. Saya tak mau membakar. Tapi kalau saya menghentikan mereka, jatuh wibawa saya. Silakan saja, namanya juga orang marah,” kata Boedi, Rabu (29/7).

Lebih lanjut, Boedi mengakui bahwa poster bergambar wajah HRS tersebut sengaja dibawa oleh massa sebagai alat peraga aksi. Selain bergambar wajah HRS, poster itu turut bertuliskan “Saatnya Rakyat Lawan Khilafah” dan “Kawal Pancasila dan NKRI”.

Boedi sendiri sudah memerintahkan kepada massa aksi untuk meletakkan spanduk tersebut di pagar Kompleks MPR/DPR.

“Jadi siapapun yang bikin tolong ditaruh di atas, di pagar DPR yang dijaga oleh polisi. Artinya kalau dijaga polisi aman, enggak bisa diambil oleh siapapun,” kata Boedi.

Selang beberapa waktu aksi berjalan, Boedi mengaku terkejut poster tersebut sudah dicabut dari atas pagar Kompleks MPR/DPR . Poster itu juga sudah diletakkan oleh massa di bawah aspal.

“Saya enggak tahu [siapa yang mencabut dari pagar]. Namanya juga amarah, spanduk itu ada yang nyeret langsung ditaruh di lantai,” kata dia.

Setelah itu, kata Boedi, terjadi aksi upaya pembakaran dan peristiwa menginjak-injak poster bergambar HRS tersebut oleh para massa aksi.

Laman: 1 2

Promot Content

Simak Juga
close