in ,

Profil Asfinawati Ketua YLBHI yang Tak Gentar Bongkar Kejanggalan UU Cipta Kerja

Fajar.Ikhtisar.net_Nama Asfinawati kian mencuat sejak adanya pengesahan UU Cipta Kerja/Omnibus Law. Ia menjadi salah satu sosok garda depan yang menyuarakan penolakan pengesahan UU yang dinilai memiliki banyak kejanggalan tersebut.

Perempuan yang lahir di Bitung, 26 November 1976 adalah direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) periode 2017-2021. Ia terpilih sebagai Ketua YLBHI menggantikan Alvon Kurnia Palma.

Dilansir dari Tokohinspiratif.id, Asfinawati merupakan seorang pejuang dan advokat hak asasi manusia yang konsisten memperjuangkan hak-hak kaum minoritas yang tertindas dan para pencari keadilan.

Baca Juga: Istana Mau Digeruduk Oleh Ribuan Buruh, Jokowi Sejak Pagi Terbang Keluar Jakarta

Asfin kecil mengaku malas belajar. Tapi, pantang juga untuk menyontek. Karena itulah dia sering menyelesaikan tugas secara dadakan di sekolah. Dari situ, katanya, dia belajar pantang menyerah dan mencoba hingga waktu terakhir.

Asfin cukup piawai bermain piano dan sempat menjadi guru les piano, namun akhirnya berubah haluan menjadi pengacara publik dan konsisten dengan perjuangannya.

Sikap Asfin yang memilih memperjuangkan hak kaum marginal tidak terlepas dari kegemaran membaca buku-buku kisah perjuangan para pembela keadilan yang ditekuni sejak belia bersama keempat saudaranya.

Baca Juga: Cegah Radikalisme, Kemenag Pasok Materi Khotbah untuk Para Khatib Jumat

Hal ini menjadi salah satu faktor Asfin memilih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, selepas menamatkan pendidikan di SMA Negeri 6 Jakarta Selatan.

Perempuan yang akrab disapa Asfin ini akhirnya berhasil lulus pendidikan hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) dan bergabung dengan LBH Jakarta di tahun 1999.oppa

Lalu ia menjadi Pengacara publik di LBH Jakarta sejak tahun 2000 dan berkontribusi untuk memberi pembelaan pada kelompok minoritas di Indonesia.

Baca Juga: Ditanya Apakah Tidak Takut Ditangkap, Gatot Nurmantyo: Saya Bukan Macan Pensiun Lalu jadi Kucing

Keputusan untuk menjadi pejuang di bidang HAM bukan perkara yang mudah, karena ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermusik. Bahkan, sempat menjadi guru piano selama beberapa tahun dengan tahap lumayan.

Halaman: 1 2 3

Rekomendasi

Mendagri Tito Karnavian Larang Peringatan Maulid Nabi Muhammad, Ini Penjelasannya 

Menaker Umumkan Jadwal Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan Gelombang 2, Cek Nama Apakah Masih Terima