Politik Indonesia, Hari ini Teman Besok Jadi Musuh

Banyak kejadian tidak terduga dalam Pilkada 2020. Terutama dalam koalisi partai. Ada yang semakin kompak hingga koalisi yang tidak terduga. Semua berjalan seolah berbeda dengan kondisi politik nasional saat ini.

Kekompakan semakin muncul paling kentara, antara PDIP dan Gerindra. Dari 270 penyelenggaraan Pilkada 2020, mereka berkoalisi di banyak wilayah yang sering menjadi sorotan.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno melihat bahwa suasana politik begitu cair di Tanah Air. Bukan hal tabu lagi melihat beberapa partai berseberangan di nasional, justru di daerah kompak.

Berikut petikan wawancara Adi Prayitno dengan jurnalis merdeka.com Wilfridus Setu Embu pada Selasa, 4 Agustus 2020:

Kondisi Pilkada 2020 seperti momen para partai besar melawan partai kecil. Bagaimana Anda melihat kondisi saat ini?

Tidak seperti itu juga. Saya melihatnya koalisinya cair. Ada koalisi partai besar dengan partai kecil, ada juga koalisi partai kecil lawan partai menengah, partai menengah dengan partai besar juga banyak di berbagai tempat.

Contoh di Sumenep, kabupaten saya ada PDIP ada Gerindra ada PKS gabung. Ada juga PPP dia gabung sama PKB dengan partai-partai yang tidak lolos seperti Hanura dan lain-lain. Itu tidak berlaku umum partai-partai besar (koalisi) sama partai besar. Tidak juga. Memang ada di berbagai tempat yang polanya seperti itu. Misalnya di Medan partai besar cenderung ke Bobby. Partai menengah ke petahana Ahyar Nasution.

Kalau mau, bukan partai besar dan partai kecil, tapi sebut partainya. Misalnya ada kecenderungan di Pilkada kali ini Gerindra dan PDIP banyak berkoalisi. Ini mungkin kecocokan sejak merapatnya Gerindra dan Prabowo ke pemerintah. Di pilkada ini juga sangat terlihat bagaimana Demokrat dan Golkar sering kerja sama.

Seperti apa pola koalisi dalam Pilkada 2020 yang diterapkan para partai?

Partai-partai yang lain relatif cair, bisa masuk ke mana saja. Tapi secara umum melihat yang menonjol dari koalisi dalam pilkada, ada Gerindra dan PDIP cukup lengket. Di mana-mana, hampir bisa dipastikan, di Solo, di Medan, di Tangerang Selatan dan di Pilkada-pilkada yang relatif “seksi” kan. Demokrat dan Golkar juga sering bekerja sama. Yang lain-lain tidak terlampau menonjol kan.

Halaman: 1 2 3

Promot Content

Simak Juga
Komentar
Sedang muat komentar
close