in ,

Polisi Seharusnya Tangkap 575 Anggota DPR, Bukan Jumhur dan Syahganda Nainggolan

Fajar.Ikhtisar.net_Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengkritisi penangkapan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat.

Menurut Fahri, Jumhur dan Syahganda merupakan mantan aktivis ITB yang idealis. Keduanya pernah menjadi korban Orde Baru karena sikap kritisnya.

“Kalau penguasa mau mendengar, Jumhur dan Syahganda jangan ditangkap. Mereka adalah alumni ITB yang idealis. Saya kenal keduanya sudah sejak 30 tahun lalu. Mereka adalah teman berdebat yang berkwalitas,” kata Fahri melalui akun Twitternya, @Fahrihamzah, Rabu malam (14/10).

Baca Juga: Desak Jokowi Batalkan Omnibus Law, 6 Ribu Mahasiswa Kepung Istana Besok 

“Mereka dulu korban rezim Orba yang otoriter. Kok rezim ini juga mengorbankan mereka?,” katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia itu mengatakan dia pernah menentang teori “crime control” dalam pemberantasan korupsi yang dianut KPK karena khawatir akan jadi mazhab penegakan hukum di tanah air.

Kini, teori “crime control” itu kembali diprektekkan oleh lembaga penegak hukum lain.

Baca Juga: Gatot Nurmantyo cs Ditolak Masuk Bareskrim, Sempat Adu Mulut dengan Polisi

“Inti dari “crime control” adalah penegakan hukum yang mendorong “tujuan menghalalkan cara” atau “end justifies the means”. Penegak hukum menganggap menangkap orang tak bersalah agar tercipta suasana terkendali. Padahal kedamaian dan ketertiban adalah akibat dari keadilan,” imbuh Fahri.

Jumhur dan Syahganda ditangkap polisi karena dianggap menyebarkan informasi provokatif di media sosial yang menyulut aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Menrurut Fahri, jika Jumhur dan Syahganda dianggap memicu kerusuhan, maka 575 anggota DPR RI juga seharusnya ditangkap. Sebab, demo terjadi lantaran UU Ciptaker disahkan oleh DPR.

Baca Juga: Tidak Boleh Bantah Hoax Versi Pemerintah, PA 212 Kecam Menkominfo: Inilah Bibit-bibit Fir’aunisme!

“Kalau melihat abjad dari kriminalitasnya, yang harus ditangkap duluan ya orang-orang yang terekam CCTV itu sebagai perusuh. Bukan kritikus yang berjasa bagi demokrasi. Kalau kritik mereka dianggap memicu kerusuhan, kenapa tidak tangkap 575 anggota DPR yang bikin UU berbagai versi yang rusuh?,” tandas Fahri Hamzah.

Halaman: 1 2

Rekomendasi

Desak Jokowi Batalkan Omnibus Law, 6 Ribu Mahasiswa Kepung Istana Besok 

Najwa Sukses Bikin Menkominfo Emosi dan Wakil Ketua DPR Tersudut Atas Pernyataannya Sendiri