Aksi Nekat Rhoma Irama Gelar Pentas di Daerah Zona Merah Covid-19

52

Bupati Bogor Ade Yasin mengaku kecewa lantaran pedangdut Roma Irama ingkar janji dengan menggelar konser pada acara khitanan yang diadakan di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/6).

“Gugus tugas akan mengambil langkah tegas, karena khawatir hal ini menjadi preseden buruk bagi masyarakat lain,” ujar Ade Yasin saat dihubungi di Bogor.

Menurutnya, sudah jelas tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2020 yang memuat berbagai macam ruang percakapan, yaitu tingkat kewaspadaan daerah, penetapan sosial berskala besar (PSBB) proporsional dan parsial sesuai kewaspadaan daerah, serta perlindungan kesehatan di tempat adaptasi sesuai kebutuhan baru (AKB).

Baca Juga: Geram, geram Lihat Kelakuan Rhoma Irama, Bupati Bogor: Tolong Diproses Hukum

Selain itu, Pamijahan merupakan satu dari 29 kecamatan di Kabupaten Bogor yang kini berstatus zona merah. GTPPC Kabupaten Bogor mencatat ada satu pasien COVID-19 dan 12 pasien dalam pengawasan (PDP) yang berstatus aktif di wilayah tersebut.

Ia juga telah menyerahkan surat perintah kepada warga Desa Cibunian bernama Surya Atmaja, sebagai pihak yang mengundang Rhoma Irama menggelar konser dalam acara khitanan sebaliknya.

Sebelumnya, Rhoma Irama mengumumkan pembatalan konsernya melalui video singkat yang didistribusikan di media sosial. Artis yang dijuluki Raja Dangdut itu berhasil memenuhi undangan konser acara khitanan itu terjadi dua bulan lalu, dengan harapan pada saat pelaksanaan 28 Juni 2020 sudah selesai masa pandemi COVID-19.

“Karena pandemi COVID-19 masih berlangsung dan ada larangan atau izin izin, maka kami dan tuan rumah akan kembali atau menjadwalkan kembali untuk manggung di desa tersebut,” kata Rhoma.

Ia bahkan meminta para penggemarnya bersabar dan menyetujui aturan PSBB khusus di Kabupaten Bogor.

“Insya Allah jika tidak ada pandemi dan ada izin, kami akan diundang kembali. Mari kita semua menyetujui dan melaksanakan anjuran pemerintah di mana kita tidak bisa membuat atau mengadakan keramaian di wabah COVID-19 ini agar tidak terus-menerus bergerak,” minta pula. (antara / jpnn)

Apa pendapatmu?

Promot Content

Simak Juga
close