Ini Alasan Rektor Uniba Mundur dan Ikut Demo Mahasiswa

160

Rektor Universitas Islam Batik (UNIBA) Solo, Jawa Tengah, Pramono Hadi mundur dari jabatannya.

Pengunduran dirinya tersebut disampaikan secara terbuka di tengah aksi damai yang dilakukan mahasiswa, karyawan, dosen, dan alumni di halaman kampus, Selasa (30/6/2020).

“Saya menyatakan mundur hari ini.

Mohon nanti ada tanda tangannya supaya semuanya jelas secara legal formalnya. Juga disaksikan alumni, mahasiswa, dosen dan juga karyawan,” kata Pramono dalam orasinya, Selasa.

Tidak hanya Rektor, sikap pengunduran diri serupa juga dilakukan para Wakil Rektor A dan Wakil Rektor B. Pramono mengatakan, pengunduran dirinya tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan kekecewaannya terhadap yayasan.

Sebab, intervensi berlebihan yang dilakukan pihak yayasan UNIBA tersebut membuat tata kelola lembaga yang dipimpinnya itu menjadi tidak bisa berjalan semestinya.

Intervensi yang dimaksud, mulai dari masalah rancangan anggaran belanja (RAB) hingga kebijakan kampus lainnya. “Intervensi itu sangat kelihatan bahwa kita di lembaga itu tidak punya daya memutuskan.

Kami hanya punya daya usul. Semua diputuskan oleh yayasan. Sehingga pemandulan fungsi sebagaimana statuta kita terapkan,” imbuhnya. Sebagai bentuk simbolisasi pengunduran dirinya itu, Pramono melepas pakaian batik yang dikenakan di hadapan peserta aksi.

Sementara itu, koordinator lapangan, Muhammad Arief Oksya mengatakan, aksi damai yang digelarnya itu sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kampus. Sebab, kegiatan yang dilakukan mahasiswa belakangan ini tidak mendapatkan alokasi anggaran seperti sebelumnya.

Akibat tidak adanya anggaran itu, bahkan pelantikan BEM dan organisasi mahasiswa lainnya untuk saat ini tidak diadakan. “Jadi sistemnya katanya minta langsung. Diterima atau ditolak.

Kalau dulu kita mengajukan proposal anggaran pasti keluar karena sudah ada anggarannya. Kalau ini tidak ada rapat anggaran,” ungkapnya.

sumber : kompas.com

.

Apa pendapatmu?

Promot Content

Simak Juga
close